BERBUAT BAIK KEPADA KEDUA ORANG TUA (Birrul Waalidain)

Selasa, 13 Desember 2016 - 12:17 WIB
Diposting oleh: Administrator

BERBUAT BAIK KEPADA KEDUA ORANG TUA (Birrul Waalidain)

drh. K.H. Zainul Fadli, M.Kes

 

  الحمد لله رب العالمين، أحمده سبحانه كما ينبغي لجلال وجهه وعظيم سلطانه، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، له الملك وله الحمد وهو على كل شيء قدير، وأشهد أن سيدنا محمدا عبد الله ورسوله، وصفيه من خلقه وخليله، صلى الله وسلم وبارك عليه  وعلى آله وصحبه أجمعين، ومن تبعهم بإحسان إلى يوم الدين  - أمابعد: فأوصيكم عباد الله بتقوى الله وطاعته، يقول الله سبحانه وتعالى:(ياأيهاالذينآمنوااتقوااللهحقتقاتهولاتموتنإلاوأنتممسلمون) فيا عباد الله  أيها المؤمنون رجمكم الله

            Marilah kita selalu menjaga dan terus berusaha meningkatkan mutu taqwa kepada ALLAH swt dengan sebenar-benarnya.  Ketahuilah bahwa taqwa itu tidak akan sempurna kalau kita tidak menunaikan kewajiban-kewajiban yang telah ditetapkan oleh ALLAH misalnya berbakti pada kedua orang tua (birrul waalidain), dan memahami serta menjauhi larangan-laranganNYA terutama durhaka kepada orang tua (’uquuq al waalidain).

            Ayyuhal muslimuun, sesungguhnya berbakti pada kedua orang tua merupakan perintah ALLAH yang paling penting kepada para hambaNYA (kita semua).  Hal ini dibuktikan dengan penyebutan hak orang tua itu bersamaan dengan hak ALLAH, bahkan diulang sampai 3 kali di dalam Al-Qur’an(qs. Al-Baqarah: 83;  An-Nisaa’: 36; Al-Isra’: 23). Pada ke tiga ayat itu ALLAH memerintahkan berbakti kepada kedua orang tua bersama dengan perintah untuk menyembah hanya kepadaNYA dan larangan menyekutukanNYA dengan sesuatupun. 

لا تعبدون إلا الله وبالوالدين إجسانا

janganlah kamu menyembah kecuali hanya  ALLAH dan berbaktilah pada kedua orang tua  

واعبدوا الله ولا تشركوا به شيئا وبالوالدين إجسانا

sembahlah ALLAH dan janganlah kamu menyekutukanNYA dengan sesuatupun, dan berbaktilah pada kedua orang tua.

  

 

 

dan Tuhanmu memerintahkan agar kamu tidak menyembah kecuali hanya kepadaNYA dan agar kamu berbakti pada kedua orang tua.

 Secara khusus ALLAH juga berwasiyat sampai 3 kali kepada manusia (agar berbakti) pada kedua orang tuanya (qs. Al-Ankabuut: 8; Luqman: 14; al-Ahqaf: 15)

 

 

 

dan AKU wasiyatkan (wajibkan) kepada manusia agar berbakti pada  kedua orang tuanya

 

 

 

 

 

 

dan AKU wasiyatkan kepada manusia (agar berbakti) pada kedua orang tuanya, Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yg bertambah-tambah, dan menyapihnya setelah 2 tahun, maka hendaknya kamu bersyukur kepadaKU dan kedua orang tuamu, hanya kepadaKU kamu akan kembali.

 

 

 

Dan AKU perintahkan kepada manusia agar berbakti pada kedua orang tuanya, Ibunya telah mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya juga dengan susah payah.

             Ayyuhal muslimuun, Pada dua ayat terakhir bahkan ALLAH mengingatkan bagaimana dulu ibu kita mengandung, melahirkan, merawat dan menyusui kita dengan susah payah, menanggung beban yang tidak ringan, dan terkadang disertai derita. Namun semua itu beliau jalani dengan ikhlas, sabar dan bahkan dengan panuh kasih sayang.  Demikianlah gambaran yang diingatkan oleh ALLAH tentang perjuangan dan pengorbanan seorang ibu untuk kehidupan kita. 

            Sedangkan perjuangan ayah / bapak kita juga tak kalah pentingnya, mulai dari menyediakan makanan, pakaian, sampai mengusahakan rumah tempat tinggal yang aman bagi kita.  Membiayai pendidikan kita, menjaga kesehatan, dan mengusahan kecukupan segala keperluan kita.   Untuk mencari nafkah dan berburu rizqi dari ALLAH dalam rangka memenuhi kebutuhan keluarga itu, sering kali seorang ayah harus memeras otak dan keringat, menguras tenaga dan pikiran, mengerahkan segenap kemampuan, terkadang harus menempuh perjalanan panjang yang melelahkan. Semua itu beliau jalani dengan penuh kerelaan sekaligus ungkapan tanggungjawab yang akan beliau haturkan di hadapan Tuhan.   Oleh karena itulah ALLAH mengingatkan kita semua agar bersyukur pada kedua orang tua bersamaan dengan perintah bersyukur kepadaNYA (anisykur lii wa li waalidaiik)

            Ayyuhal muslimuun, berdasarkan beberapa firman ALLAH yang kami sampaikan tadi, jelaslah bahwa birrul waalid merupakan kewajiban utama kita setelah bertauhid (beriman dan mengesakan  ALLAH).  Baginda Rasulullah Muhammad saw banyak sekali menyampaikan nasihat dan peringatan tentang pentingnya berbakti kepada orang tua ini.  Salah satunya adalah hadis yang disampaikan oleh sahabat Abdullah bin ’Amru bin ’Ash,  Rasulullah saw bersabda :

رضا الرب في رضا الوالد، وسخط الرب في سخط الوالد

keridloan Tuhan berada dalam keridloan orang tua, dan murka Tuhan berada dalam murka orang tua,

            oleh karenanya, apabila kita ingin mendapatkan ridlo dari ALLAH yang menjadi sebab kesuksesan dan kebahagiaan hidup, maka kuncinya adalah dengan berbakti dan membuat ridlo orang tua kita.  Sejarah hidup manusia telah membuktikan bahwa setiap kesuksesan yang dicapai oleh siapapun di dunia ini, pasti tidak lepas dari ridlo para orang tua.  Sebaliknya, setiap kali ada orang yang celaka, bangkrut atau sengsara hidupnya, hampir pasti karena mereka tidak berbakti, bahkan durhaka atau membuat kecewa para orang tuanya (na’udzu billaah).

Demikian penting dan agungnya birrul waalid ini, maka kewajibannya terus berlaku seumur hidup, bahkan meskipun orang tua itu sudah wafat, setiap manusia tetap wajib berbakti kepada orang tuanya.  Hal ini dapat kita fahami berdasarkan sebuah hadis dari sahabat Abu Usaid (Malik bin Rabi'ah) yang menceritakan bahwa “ketika kami (para sahabat) sedang duduk bersama Rasulullah saw, tiba-tiba datang seseorang dari Bani salimah dan bertanya “ wahai Rasulullah, apakah masih ada kewajiban bagi saya untuk berbakti kepada orang tua setelah beliau berdua wafat ?, maka Rasulullah menjawab, iya (yaitu) mendo'akan mereka, memohonkan ampun untuk mereka, menunaikan janjinya, menyambung dan memuliakan para kerabatnya serta teman-temannya”.

            Ayyuhal Muslimuun, setelah kita memahami keutamaan dan keagungan birrul waalid, maka sepatutnyalah kita berusaha sekuat kemampuan untuk selalu berbakti kepada orang tua kita dan tidak sekali-kali mengecewakan mereka.  ALLAH swt menjanjikan fadhilah yang luar biasa kepada siapa saja yang berbakti kepada orang tuanya. Beberapa fadhilah itu dijelaskan oleh Rasulullah saw diantaranya :

  1. Dapat menjadi sebab seseorang bisa masuk surga, seperti dalam hadis riwayat Imam Muslim dari sahabat Abu Hurairah, Rasulullah bersabda :

رغم أنفه ثم رغم أنفه ثم رغم أنفه من أدرك أبويه عند الكبر أحدهما أو كليهما ثم لم يدخلاه الجنة

Sungguh celaka, sungguh celaka, sungguh celaka, seseorang yang masih mendapati orang tuanya di usia tua, baik salah satu atau keduanya, ternyata tidak membuat dia masuk surga” (karena tidak berbakti kepada mereka).

2. Dapat menghilangkan kesulitan hidup dan dikabulkannya do'a.  Berdasarkan hadis dari sahabat Abdullah bin Umar, bahwa beliau mendengar Rasulullah bercerita “dahulu ada 3 orang yang sedang bepergian, di tengah perjalanan itu mereka terpaksa menginap di sebuah goa di lereng gunung. Tiba-tiba terjadi longsor dan mulut goa itu tertutup sebuah batu besar, sehingga mereka tidak dapat keluar.  Maka salah satu dari mereka berkata, sesungguhnya kita tidak akan bisa selamat (keluar) dari goa ini, kecuali kita berdo'a kepada ALLAH dengan melalui (wasilah) amal shalih yang pernah kita lakukan.  Salah satu dari mereka berdo'a – yaa ALLAH sesungguhnya saya memiliki dua orang tua yang sudah lanjut usia, setiap hari selalu saya layani keperluannya. Suatu hari (karena ada keperluan lain) saya terlambat menghidangkan minuman susu untuk mereka sehingga mereka tertidur. Ketika anak saya meminta susu itu tidak saya berikan sebelum diminum oleh orang tua saya.  Baru pada saat menjelang subuh beliau terbangun dan meminum susu itu. Kemudian dia berdo'a :

اللهم إن كنت فعلت ذلك ابتغاءوجهك ففرج عنامانحن فيه من هذه الصخرة فانفرجت شيئاً

yaa ALLAH kalau aku melakukan hal itu karena mengharap ridloMU maka longgarkanlah batu (yang menutup goa) ini, maka batu besar itu bergeser sedikit. Demikian pula kedua temannya, juga berdo'a dengan berwasilah pada amal ahalih masing-masing, sehingga akhirnya batu besar itu bergeser dan ketiga orang tersebut selamat (bisa keluar) dari goa yang tertutup tadi”

3. Dapat melapangkan rizki dan memanjangkan umur, karena birrul waalid merupakan bentuk silaturrahim yang paling utama, dan fadhilah silaturrahim berdasarkan hadis dari sahabat Anas, bahwa Rasulullah saw bersabda :

من سره أن يبسط عليه رزقه ويُنسأ في أثره فليصل رحمه

barang siapa yang senang kalau dilapangkan rizkinya dan dipanjangkan umurnya, maka sambunglah kekerabatan dan persaudaraannya.

Dan masih banyak lagi fadhilah birrul waalid yang lain, semoga memotivasi kita untuk selalu berbakti pada kedua orang tua kita.

 

            Ayyuhal Muslimuun, adapun cara kita berbakti kepada orang tua sebagian telah tersampaikan dalam uraian penjelasan tadi, sedang beberapa yang lain dapat kita ikuti dari penjelasan sahabat Rasulullah berikut ini.

Diantara cara berbakti kepada orang tua adalah dengan mencintai dan menghormatinya, sebagaimana sahabat Abu hurairah pernah menasehati seseorang dalam bersikap kepada orang tuanya agar  “tidak memanggil dengan menyebut namanya, tidak berjalan di depannya, tidak  duduk membelakanginya”.  Juga dalam bertutur kata, bersikap ataupun berperilaku terhadap orang tua hendaknya selalu penuh hormat, santun, dan memuliakan.  Selalu mendo'akan kebaikan, baik ketika masih hidup maupun setelah wafatnya.  Memberi nafkah dan memenuhi kebutuhan hidupnya apabila sudah lanjut usia. 

            Akhirnya pada forum yang sangat mulia ini, marilah kita memaksimalkan ikhtiyar seraya terus memohon pertolongan kepada ALLAH swt, semoga kita selalu dapat berbakti kepada orang tua kita, amiiiiiin.

  نفعني الله وإياكم بهدي كتابه وبسنة نبيه – صلى الله عليه وسلم – أقول قولي هذا وأستغفر الله العظيم الجليل لي ولكم ولجميع المسلمين من كل ذنب إنه هو الغفور الرحيم

الحمد لله على إحسانه والشكر له على توفيقه وامتنانه ، وأشهد أن لآ إله إلا الله وحده لا شريك له ، تعظيما لشأنه ، وأشهد أن نبينا محمدا عبده ورسوله صلى الله عليه وعلى آله وأصحابه ، وسلم تسليما مزيدا ، أما بعد ، فيا عباد الله ، أوصيكم بتقوى الله وطاعته ، إتقوا الله فقد فاز المتقون ، إعلموا أن الله قد أمركم بالصلاة والسلام على خير الأنام- فقال في أصدق الحديث وأحسن الكلام : إن الله وملائكته يصلون على النبي يا أيها الذين آمنوا  صلوا عليه وسلموا تسليما

أللهم صل وسلم على عبدك ورسولك محمد وارض اللهم عن خلفائه الراشدين المهديين ، وعن سائر الأل والصحابة والتابعين ومن تبعهم بإحسان إلى يوم الدين ، وعنا معهم بعفوك وكرمك وإحسانك يا خير من تجاوز وعفا ، اللهم اغفر للمسلمين والمسلمات والمؤمنين والمؤمنات  

  أللهم أعز الإسلام والمسلمين ، وألف بين قلوب المسلمين ، وأصلح قادهم واجمع كلمتهم على الحق يا رب العالمين ، اللهم أصلح أحوال المسلمين في كل مكان ،  اللهم ول عليهم خيارهم ، واصرف عنهم الفتن ما ظهر منها وما بطن، اللهم وفق إمامنا لهداك ، واجعل عمله في رضاك ، ووفق جميع ولاة أمورالمسلمين للعمل بكتابك ، اللهم إنا نسألك أن تعيننا على القيام بما افترضت علينا من بر الوالدين ، اللهم اغفر لنا ولوالدينا وارحمهم كما ربيانا صغارا ، اللهم اغفر لآبائناوأمهاتنا ومشايخنا وأساتذنا الذين هم سبقونا بالإيمان، اللهم اغفر لهم وارحمهم وعافهم واعف ع